Beban

aku ingin bangun dengan tidak memiliki beban apapun tapi aku tahu akan hanya manusia biasa yang sudah memiliki takdir dan harus menjalan takdir. Sebenarnya keingian ku tidak muluk-muluk hanya ingin terbangun dari tidur ku dengan perasaan nyaman. Melangkah keluar melihat semesta, menikmati keindahan alam, menikmati setiap karya tuhan yang sangat indah, pantai, danau, bukit, gungung, laut, Semua akan indah ketika kita melihat semua itu tanpa beban yang ada dalam pikiran kita. Ingin ku sangat simpel tapi kenapa aku sindiri tidak bisa mengunjutkannya. Hanya hidup tanpa beban itu adalah ingin ku.
terlalu banyak masalah dalam hidup, terlalu banyak pikiran yang sangat melelahkan. Tugas kuliah, tentang orang tua, tentang sahabat, tentang teman, tentang impian, tentang harapan, tentang kepastian, tentang cita-cita, dan tentang hati. Semua itu menjadi beban pikiran di setiap aku bangun dari tidur ku.
ingin sekali rasanya menghilangkan semua itu, menghilangkan beban dalam pikiran tapi kembali lagi kepada takdir yang mengharuskan kita untuk menjalaninya. Ini hidup dan akan terus berjalan, entah baik atau buruk semuanya ada di tangan kita. Setiap orang ingin jadi yang terbaik tapi setiap orang juga tidak bisa memaksakan ingin jadi yang terbaik. Hanya harus percaya kepada kepastian dan diri sendiri, enggak perlu orang lain untuk tahu tentang apa yang ada di pikiran kita selama itu masih dalam hal yang baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi novel something your eyes by Nidi Adijaya

Awal Yang Baru (ketika Gelap Terbitlah Terang)

Kejombloan ini membingungkan