Mengenal mu bukan kesalahan

Akhirnya....
Aku sudah menduga kalau aku bakalan ada di posisi yang seperti sekarang. Di posisi yang harus ikhlas melupakan rasa suka ku kepada mu. 

Ya aku ikhlas, karna aku yakin pase ini bakalan lewati, pase yg dimana aku harus rela berjuang melupakan rasa suka ku dan rasa kagum ku kepada mu. 
Dengan bersikap santai dan tenang saat berpapasan dengan mu.

Aku sangat berniat dari lubuk hati ku yg paling dalam, kalau aku akan melupakan rasa suka dan kagum ku kepada mu detik ini juga. Maaf. Karna tidak bisa berlama-lama menahan rasa suka ku kepada mu, karna aku takut rasa ini tak terbalaskan oleh mu. 

Menyakit memang, karna rasa itulah yang aku rasakan sekarang. Merelakan hati untuk tidak bertingkah lebih. Aku masih berusaha untuk bersikap tenang ketika melihat tatapan mata mu dan tidak mengulai tingkah memalukan ku saat bertemu dengan mu, dimana pun itu. 

Hati dan pikiran sudah bertekat sejak hari  dimana engkau ingin mengetahui tentang  orang sekarang yang sangat menyukai mu, yaitu aku. 

Aku tahu perasaan itu perasaan yg wajar. Ingin mengetahui siapa orang yang menyukai dan sampai rela 
mengorbankan rasa malu hanya itu memberika sebuah coklat kepada mu secara diam, dan menaruhnya di atas motor mu. Iya, itu aku. Maaf tidak mengakui semua itu. Tapi aku juga memiliki rasa dimana aku yakin, kalau sekarang bukan waktu yang tetap untuk kamu mengetahui semua tentang. 

Aku benci. Aku benci pertanyaan konyol mu kepada teman ku, yang ingin mengetahui siapa fans mu. Aku tau itu wajar tapi aku sedikit kecewa karna kamu menyebut aku sebagai fans mu. 

Asal kamu tahu seorang fans dan seseorang yang memiliki rasa suka tidak sama artinya dengan seorang fans, karna memiliki makna ya berbeda. Aku benci pernyataan kmu tentang ku. 

Dari orang yang mulai detik ingin membuang rasa suka dan kagum kepada mu 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi novel something your eyes by Nidi Adijaya

Awal Yang Baru (ketika Gelap Terbitlah Terang)

Kejombloan ini membingungkan