Coklat cinta
Sumpah demi apapun aku enggak pernah kepikiran untuk melakukan hal sekonyol ini hari ini. Tanpa aku sadari, aku meiyakan perkataan teman ku. Sebuah saran yang menurut ku pun memang harus aku lakukan, agar setidaknya ia tahu kalau ada seseorang yang sedang menyukainya.
Konyol konyol konyol. Hari dengan pedenya aku membeli sebuah colat dan aku taroh di motornya dan tanpa aku beritahu identitas ku. Perasaan gugup, deg-degan, perasaan bosan yg sudah sangat lama menunggunya pulang dari kampus. Agar aku dan teman-teman kubisa melihat tampang polisnya ketika mengetahui ada yg memberinya coklat. Gemas deh lihat senyumnya itu. Aku sangat deg-degkan bagaimana kalau coklat yang aku taroh di motornya itu akan di berikannya sama temannya atau bahkan di buangnya, enggak bayangin bagaimana perasaan ku nanti. Tapi tenuata dugaan ku dan teman-teman ku salah, colat itu enggak di buangnya dan enggak di berikanya kepada temannya tapi malah di simpannya berserta kertas yang bertulisan kalau coklat itu untuknya. Senang deh rasanya, walaupun dari hal itu aku enggak dapat untung apa-apa karna ia sama sekali tidak tahu kalau coklat itu dari aku, tapi aku yakin suatu saat nanti dia pasti tahu walaupun enggak tahu kapan hal itu yg akan terjadi .
Komentar
Posting Komentar