hanya butiran huruf yang terangkai

aku takut
aku sangat takut
aku takut dengan kesendirian
aku tidak tahu harus berbuat apa
sudah tidak ada orang yang mau mendengarkan ku
aku hanya ingin di dengar dan di mengerti
tapi
apa aku pantas mendapatkan sedikit pengertian

aku tidak tahu harus berbuat apa, bahkan saat menulis cuharatan hati ini, aku sama sekali tidak tahu harus menulis dan memulainya darimana. dengan perasaan yang tidak karuan tapi aku tidak tahu sesuatu apa yang terjadi pada ku. apakah semuanya akan tetap seperti ini.

sedih memang saat orang-orang bertanya ada apa dengan suara ku, penyakit apa yang sedang aku derita ? aku sama sekali tidak bisa menjawab apa-apa untuk pertanyaan yang di lontarkan untukku. penyakit ini aku derita sejak kecil, entah apa namanya itu hanya menjadi rahasia kedua orang tua ku dan keluarga ku tentang latar belakang penyakitku.

untuk ibu yang selalu aku jaga hati dan perasaannya. aku mencintai mu, kau adalah seorang wanita yang selalu aku banggakan, ibu aku sangat mencintai mu, aku sangat sayang kepadamu. maafkan aku kalau tidak pernah bisa membahagikan mu. ibu, kau sangat berarti bagi ku, mampu merelakan nyawanya untuk melahirkan ku kedunia, bersusah payah menjaga dan membesar kan ku.

untuk ayah yabg selalu bisa melindungiku. aku sangat mencintai mu, aku juga sangat menyayangimu. aku tahu betapa susah payahnya kau mencari nafkah untuk memberiku secangkir susu. ayah, tidak ada kata yg bisa ku ungkapkan dengan kata-kata untukmu tapi aku yakin ayah akan selalu bisa menjaga dan melindungi aku.

dan untuk orang tua kedua ku dan menggantikan peran ibu dan ayah ku adalah nenek.

untuk nenek yang selalu bisa menjadi peran apa yang selalu aku butuhkan. aku sangat mencintaimu dan aku sangat menyayangimu. kau selalu bisa menjaga dan merawatku ketika kedua orang tua ku pergi mencarikan uang untuk ku ke luar kota. kau adalah orang yang sangat aku segani dan kau adalah yang selalu memberikan ku nasehat terbaik untuk kehidupan ku.

kepada ibu, ayah, dan nenek maafkan aku kalau aku pernah menyakiti hati kalian. jujur sebetulnya aku sama sekali tidak pernah bermaksud apa-apa dengan kata-kata kasar ku yang aku keluar saat aku lagi marah. aku cuman ingin di mengerti oleh kalian, aku hanya ingin kalian tahu apa yg aku butuhkan dan apa yang aku inginkan. apa lagi tentang kasih sayang, termasuk dengan kuliah yang sedang aku jalani sekarang. aku ingin membahagiakan kalian dengan pendidikan ku yang kalian pilihankan untuk, menjadi seorang ahli gizi di salah satu rumah sakit di indonesia untuk membantu orang-orang yang belum tahu tentang pentingnya gizi di kehidupan, tapi aku juga ingin kalian bangga kepada ku dengan cita-cita dan mimpi ku menjadi seorang penulis. walaupun kalian pernah bilang kalau menjadi seorang penulis bukanlah masa depan yang baik tapi menurut ku aku menulis untuk memberikan inspirasi atau motivasi kepada orang-orang yang perasaannya sama dengan perasaan yang lagi aku rasakanku. aku sangat ingin kalian mengerti dengan perasaan ku dan keinginan ku. sesungguhnya aku hanya ingin membuat kalian bangga dengan kesuksesan ku kelak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi novel something your eyes by Nidi Adijaya

Awal Yang Baru (ketika Gelap Terbitlah Terang)

Kejombloan ini membingungkan